Uang Koin Mahasiswa

Dalam hidup ini, kita tak bisa memungkiri bahwa UANG merupakan salah satu hal penting ketika kita hendak melakukan sesuatu. Uang itu memiliki berbagai macam bentuk, ukuran, dan jenis yang berbeda. Ada yang terbuat dari bahan kertas, logam, maupun emas. Nah, diantara itu semua uang logamlah yang kerap kali di anggap lebih rendah nilainya di antara yang lain. Jika saya bertanya kepada anda, tolong tukar dengan uang RECEH?! Pikiran anda langsung tertambat kepada uang logam atau yang dikenal dengan istilah uang koin. Lantas, Mengapa uang koin ini identik dengan hal yang receh dan remeh?

Well, sejenak anda memahami bahwa uang koin itu tidak terlalu berarti. Bagi orang yang sudah berpenghasilan di atas rata-rata mungkin iya..tapi bagaimana dengan kehidupan Mahasiswa seperti sekarang? Koin sangat berarti sekali kesyan..sebagai contoh, koin seratus rupiah bagaimana nilainya? Nnga terlalu banyak yah..namun tanpa di sadari tanpa nominal itu tak ada yang namanya seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, atau satu juta! Bisakah di sebut satu juta jika hanya sembilan seratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah?

Jika anda berpendapat, “Sama tonji mi itue” saya  bilang, ANDA KELIRU!… Mengapa? Jika anda berbelanja di swalayan, anda di kembalikan dengan permen… padahal masih ada tiga ratus rupiah..sepintas itu hal yang wajar..namun pernahkah anda merekapitulasi nominal tersebut di kali seratus orang dikali dengan tiga puluh hari? Sudah berapa keuntungan HARAM yang di peroleh?! Samakah?!

Well, itu baru satu filosofi uang koin. Mari kita lihat makna dari uang koin yang lainnya. Mahasiswa dan koin. Tahukah anda mengapa kata MAHASISWA di sandingkan dengan kata KOIN? Hal ini merupakan ilustrasi cara pandang mahasiswa terhadap suatu permasalahan. Nah loh, apa hubungannya? Sabar yah, ini juga saya baru mau paparkan.😀

Dewasa ini telah banyak peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar kita, mulai dari akademik, organisasi, birokrasi, bahkan masalah pribadi yang bisa menyulitkan anda memejamkan mata di malan hari. Ketika anda di hadapkan kepada salah satu masalah di atas, hal yang paling pertama yang anda lakukan ialah mencari siapa-siapa saja yang terlibat, khan? Baik yang mempunyai masalah yang sama dengan anda maupun siapa yang menjadi oposisi anda. Setelah itu, anda merundingkan permasalahan itu dengan allies (teman) anda. Kemudian, anda membuat kesimpulan dan kesepakatan untuk di bawa ke hadapan oposisi anda. Ketika anda  telah berhadapan dengan orang-orang yang tak sejalan dengan anda, anda PASTI tidak mau lagi menerima alasan yang di berikan.

Sebagai contoh, anda merupakan salah satu anggota organisasi di kampus dan sudah bersiap-siap BINA AKRAB dengan teman-teman anda. Pada saat, penentuan tempat..anda berselisih paham dengan teman anda, i.e. Ada yang Pro Malino dan ada pula yang Kontra. Anda berada di posisi PRO pada saat itu. Anda kemudian menjelaskan mengapa tempat itu anda pilih dengan ribuan alasan dan keuntungan (mungkin bisa masuk interpersonal business). Tiba pada saat yang KONTRA mengajukan alasan mereka. Anda seakan-akan menutup mata, telinga, pikiran dan hati anda..lebay mi seeng..hehe. Mengapa? Karena sudah ada KEBERPIHAKAN sebelum KEPUTUSAN. Maksudnya, anda telah memposisikan diri anda dulu dimana diri anda sebelum mulai mendiskusikan dengan yang lainnya, sehingga apapun alasan yang di kemukakan oleh orang yang tak sejalan dengan anda PASTI anda TOLAK minimal tak menghiraukan.

Hal ini terjadi karena itu merupakan fitrah manusia yang di dalam dirinya sudah ada ego-pendebat, dan tak mau kalah. Apalagi ketika ia sudah ngefans banget  ama keputusannya sendiri (alay mi seeng). Padahal sebagai Makhluk yang berpikir apalagi sudah berada pada tataran MAHASISWA, anda sudah seharusnya memiliki cara baru untuk menemukan keputusan apa yang anda ambil. Jangan hanya jadi pendebat yang keras kepala, bahkan tak segan-segan berubah menjadi preman kampus yang konotasinya selalu berbuat rusuh. Pertanyaan saya, pernahkah anda berpikir DUALISME? Melihat permasalahan dari dua sudut pandang yang berbeda. Paling tidak, dari sudut pandang allies dan enemies anda.

Bukankah, tidak ada orang BAIK jika tidak ada orang JAHAT? Ataukah tidak bisa di katakan dia JELEK jika di sekitar anda tidak ada yang LEBIH Cakep. Bagaimana bisa di katakan CERDAS jika tidak ada yang KURANG TANGGAP? Ataukah orang MAMPU dan kurang Mampu? Bisakah?!

Absolutely NOT! Saya ulang sekali lagi, TIDAK BISA! Dan kata Sule..”Ouw..tida bissa!” mengapa? karena perbedaan itu ada untuk saling melengkapi satu sama lain. Nah, jika anda sudah paham dengan makna perbedaan ini, mari kita kembali ke persoalan awal.

Ketika anda mencoba memutuskan suatu hal baik itu penting atau kurang penting, alangkah baiknya anda melihat dari berbagai sisi, paling tidak dari sisi positif dan negatifnya. Seperti uang koin yang memiliki dua sisi, sisi gambar dan sisi angka. Apakah bisa di katakan itu uang koin jika hanya satu sisi saja?! Tentu tidak, dari itu coba anda mulai berpikir DUALISME. Mengapa hal ini penting? Karena dengan berpikir ganda anda akan memiliki sebuah keputusan yang sangat KUAT dan terlebih lagi, anda tidak lagi menjadi orang yang hanya ikut-ikutan saja..dalam bahasa gaulnya, ter-PROVOKASI. Jika anda masih saja ikut-ikutan dengan orang lain, apa bedanya anda dengan anak kecil, burung BEO, dan Wakil Rakyat (kata Bang Iwan Fals)? Sedangkan anda sangat mengagung-agungkan yang namanya INTELEKTUAL, demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Oleh karena itu, mulai dari hal yang kecil. Mulai dari diri sendiri. Dan mulai dari sekarang, anda harus pandai melihat setiap permasalahan yang ada. Baik permasalahan akademik anda, birokrasi, organisasi, bahkan bisa juga pada permasalahan pribadi anda. Dengan melihat satu masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda, saya yakin anda akan bisa menjadi orang yang bijak dalam menentukan keputusan. Sebagai penutup, saya teringat sebuah peribahasa ”tak ada asap jika tak ada api”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s