Perbedaan Sastra Lisan dan Sastra Tulis

Sastra Lisan
Sastra lisan merupakan salah satu jenis karya sastra yang ada di dunia ini. Di lihat dari segi pengertian ethymologinya, sastra Lisan berarti sebuah karya sastra yang berbentuk abstrak dan disampaikan dengan cara oral. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tiga perbedaan mendasar antara Sastra Lisan ini dengan Sastra Tulisan. Pertama, karya sastra semacam ini lahir dari kaum menengah ke bawah. Bentuk dari sastra lisan ini disampaikan oleh para tetuah-tetuah kampung dulu sebelum anak cucu mereka tertidur di malam harinya dengan kata lain cara pendistribusian sastra lisan ini melalui media lisan atau oral. Kedua, asal-usul dari sebuah sastra lisan tidak diketahui dari mana dan oleh siapa yang pertama kali membawakannya. Saya teringat ketika mencoba mencari sumber mengenai siapa yang pertama kali mencetuskan sastra-sastra lisan tersebut (cerita) kepada nenek dan orang tua saya. Mereka hanya menjawab, begitulah yang mereka terima dari orang tua mereka dahulu dan tidak pernah mengetahui asal yang jelas. Ketiga, versi tentang sastra lisan ini ada banyak. Contoh, cerita tentang Abu Nawas itu memiliki banyak sekali versi di setiap penceritanya. Selain itu terkadang judul cerita sama tapi akan berbeda ketika disampaikan oleh orang yang berbeda.

Sastra Tulisan
Jenis kedua dari karya sastra ialah Sastra Tulisan. Sastra tulisan ini diperkirakan muncul ketika manusia telah mengenal manusia. Sastra Tulis ini sendiri memiliki ciri khas yang membedakannya dengan sastra lisan. Pertama, media penyampaian karya sastra jenis ini jelas yakni media tulis. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa simbol-simbol yang tergambar di beberapa gua merupakan cikal bakal munculnya sastra tulis ini. Salah satunya di Gua Leang-leang, Maros merupakan cikal bakal munculnya legenda perburuan di sana. Kedua, sastra tulis diketahui siapa pengarangnya. Berbeda dengan sastra lisan yang kita tidak ketahui asal-usul pengarangnya siapa dan dimana. Selain itu perbedaan ketiga dari sastra tulis ini ialah, memiliki versi yang tunggal. Jelas bahwa ketika sebuah karya sastra di tulis pasti akan memiliki keunikan tersendiri. Ketika karya sastra tersebut di berikan kepada orang lain, maka mereka pun akan membaca bentuk, format, dan cerita yang sama.

One thought on “Perbedaan Sastra Lisan dan Sastra Tulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s