Amazing Class

Mungkin ini takdir saya…

Saya tidak habis pikir ketika saya mendapatkan kesempatan untuk membawakan sebuah materi dalam sebuah kelas, saya di hadapkan kepada suatu kondisi yang sangat jauh berbeda dari lainnya.
Dalam benak saya, sebuah kesempatan emas yang telah saya dapatkan karena berkesempatan membawakan materi pada kelas dewasa…

Pada awalnya, saya mengira bahwa yang akan saya hadapi merupakan kelas yang bermurid cerdas…
Kenyataan berkata lain, memang ketika opening class saya melakukan ice breaker dulu untuk membuat peserta menjadi nyaman dan akrab.

Namun sesaat ketika kelas telah di mulai, datang seorang anak yang usianya tergolong masih muda. Badannya tinggi, sekitar 170-an, berkulit putih, dengan potongan rambut yang cukup pendek, ditambah lagi dengan kemeja putih dan senyum simpel dari wajahnya.

Dia pun duduk dan langsung menyiapkan bukunya untuk mengikuti pelajaran seperti peserta yang lainnya.
Seperti biasa, sebelum saya memberikan materi buat para peserta…
Saya akan cari tahu dulu apa yang dibutuhkan oleh para peserta. Karena saya yakin, mereka mengarahkan langkahnya ke tempat saya pasti memiliki goal tertentu.

Selain itu saya juga mencoba mengakrabkan mereka satu sama lain, agar kelak semua dapat berjalan selaras.
Banyak alasan yang saya terima, diantaranya ingin mewujudkan cita-cita dengan bantuan materi ini, ingin memperbaiki nilai di tempat mereka belajar sebelumnya, ingin menambah pengalaman, agar terampil di dunia kerja (emank saya jasa pelatihan TKI apa?….) kidding ^_^, bahkan diantar mereka ada alasan berupa keterpaksaan!

Semua yang saya dengar saya coba pahami dan berusaha untuk mewujudkannya kelak.
Kemudian pada pertengahan materi, saya mencoba memberikan mereka kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah saya berikan…

Hampir semua peserta mempraktekkannya dengan baik. Namun ada satu peserta yang menarik perhatian saya.
Dia adalah peserta yang berkemeja tadi, dengan membusungkan dada dia pun maju kedepan peserta lain dan mengucapkan salam perkenalan pada mereka.

Bukan hanya itu, sambil mengayunkan kedua tangan di samping pinggangnya, matanya berubah menjadi panadangan yang sayup dan mengarah kepada salah seorang peserta wanita.
Pada awalnya, saya mengira itu hal yang wajar-wajar saja. Sebagai seorang lelaki pastinya akan tertarik pada wanita…

Namun setelah itu, di pun kembali duduk dengan muka lugu dan wajahnya memerah…
Seperti cewe’ yang baru kena serangan romantis cwo..hwhhw….
Setelah beberapa lama, ia semakin berbuat yang aneh-aneh. Peserta yang lain merasakan ada yang aneh terhadap peserta tadi. Maka mereka bertanya kepada lelaki tadi. Namun jawaban yang diberikan oleh lelaki tadi nda nyambung..bahkan tertawa sendiri setelahnya…

Belakangan saya baru tahu bahwa anak itu mengalami sedikit kelainan psikology diri. Dia berusia 18 tahun namun kelakuannya mirip dengan anak yang berusia 7 tahun.
Hmm..pantas kelakuannya aneh. Namun yang membuat saya kagum ialah tekad yang ia miliki. Meski dalam kondisi seperti itu ia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi.

Itulah sedikit potongan adegan yang terjadi dalam kelas saya…

Namun dari sedikit itu kita perlu memetik hikma dari potongan kisah itu:
Yang pertama; perlunya pengakraban sebelum memulai memberikan materi.
Yang kedua; ice breaker bisa menjadi tools yang sangat baik dalam mengakrabkan mereka.
Dan yang ketiga; Perlu di ketahui bahwa ada banyak karakter peserta dalam satu ruangan, oleh karena itu perlu trik untuk menghadapi semua itu.

2 thoughts on “Amazing Class

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s